16 May 2016

[Ikasmansa Tanjungpinang] Hasil Musyawarah Besar Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang 2016

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang Terhormat Para Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang,

Berdasarkan Keputusan Musyawarah Besar Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang per tanggal 05 Mei 2016 di Hotel CK Tanjungpinang menghasilkan perubahan akronim dari Ikasma Tanjungpinang menjadi Ikasmansa Tanjungpinang.

Dengan bergantinya akronim juga disertai dengan serah terima jabatan dari pengurus lama :
  1. R. Akib Rachim [80]  (Ketua)
  2. Nazirwan [83] (Wakil Ketua)
  3. Ekoputro [90] (Sekretaris)
  4. Anna Budiarti [80] (Bendahara)
kepada pengurusan baru :
  1. HM. Rudi [83] (Ketua Umum)
  2. Iskandar Ing [91] (Ketua Harian)
  3. Riki Rionaldi [00] (Sekretaris Jenderal)
Demikian hasil Keputusan Musyawarah Besar Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang ini kami laporkan.

Terima kasih kepada pengurus purnabakti dan selamat bertugas pengurus baru.

Yel Yel!?
SMA Negeri 1 Tanjungpinang
Jaya!? Jaya!? Jaya!?
​Alumnni SMA Negeri 1 Tanjungpinang
Bedelau!?
​
​Hormat Kami,​

--
Admin IKASMANSA Tanjungpinang
(Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang)

16 December 2015

[Ikasma Tanjungpinang] email kadaluwarsa ex-civitas SMA Negeri 1 Tanjungpinang

​​Yang Terhormat,

 

Salam sejahtera bagi kita semua,

 

Berikut kami mohon izin dan perhatian kepada abang, kakak, adik yang sudah mengisi formulir.

 

Mengingat dan menimbang alamat surat elektronik [email] tidak kurang penting agar komunikasi tetap bisa berjalan lancar, untuk itu kami mohon waktu agar bisa memeriksa kembali keaktifan alamat surelnya.

 

Dan bilamana kedapatan alamat surel yang terdaftar tidak lagi valid atau kadaluarsa, mohon sekiranya dapat diaktifkan kembali dan atau diperbaharui.

 

Seterusnya kirimkan test email ke ikasmatpi@gmail.com dengan isi sebagai berikut:

  1. Nama;
  2. Nomor Kontak; dan
  3. Tahun Lulus.

Demikian pesan ini kami sampaikan agar menjadi maklum, atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan banyak terima kasih.


--
Hormat Kami,

Admin IKASMA Tanjungpinang
(Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang)

13 December 2015

[PanPel Reuni 2016] Pengumuman - Sayembara Logo dan Tema Reuni Akbar 2016

Yang Terhormat,

Salam sejahtera bagi seluruh ex-civitas SMA Negeri 1 Tanjungpinang.

Sebagai pengingat bahwa dengan diterbitkannya Surat Keputusan dari Ketua Ikasma Tanjungpinang, bunyi lonceng pertanda mulai bergerak bagi panitia pelaksana.

Mengawali, ketua panitia pelaksana melalui sekretaris telah mengumumkan sayembara logo dan tema reuni akbar 2016 dengan batas tutup 31 Desember 2015.

Besar harapan kami partisipasi dari seluruh ex-civitas SMA Negeri 1 Tanjungpinang, atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan banyak terima kasih.

--
Hormat Kami,

Admin IKASMA Tanjungpinang
(Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang)

10 November 2015

101015

23 October 2015

Menyimak ape kate bang Joseph: Ape lah reuni tu?

Saya mengajar di Fisipol UNRI sejak tahun 1970 hingga pensiun ditahun 2007, dengan demikian saya sdh 48 tahun mengajar...

Posted by Joseph Mulyanto on Thursday, 22 October 2015

03 April 2010

SMA Tanjungpinang tempo doeloe

SMA ku ini berdiri pada tahun 1958. Dan aku baru mulai masuk pada tahun 1959. Sebagai sekolah baru, yang lokasinya berada diatas bukit lingkungan sekitarnya masih kosong dan kering. Tidak ada bangunan lain selain sekolah. Juga tidak ada pepohonan. Didepan jalan masuk ke sekolah masih tanah perkampungan kosong yang dipenuhi dengan pohon-pohon karet. Beberapa tahun kemudian baru muncul perkampungan, Kampung Baru namanya. Sedang dilereng-lereng bukit masih ditumbuhi pepohonan karet. Kalau musim angin utara datang, semua jendela harus ditutup rapat-rapat. Hembusan angin begitu kuat membuat jendela berderak-derak. Karena berada diatas bukit pemandangan keluar indah sekali.

Dari ruangan kelasku kita bisa memandang lautan, pulau Penyengat dan kapal-kapal yang lalu lalang. Kita juga bisa memandangi kapal-kapal penumpang besar dari Belawan atau dari Jakarta seperti kapal Koan Maru yang datangnya tiap dua bulan sekali. Kapal-kapal besar hanya bisa berlabuh jauh dari pantai karena tidak bisa bersandar di dermaga pelabuhan Tanjungpinang.

Menuruni bukit kearah jalan Tugu Pahlawan ada jalan setapak tempat lalu siswa yang rumahnya di daerah Kampung Jawa dan sekitarnya.

Ada dua bangunan sekolah, yang satu Sekolah Kepandaian Puteri, dan satunya lagi gedung perluasan SMP dan kalau kita jalan kearah bawah lagi ada SMP I yang letaknya di Jalan Tugu Pahlawan. Kedua sekolah diatas masih dikelilingi pepohonan karet.

Gedung sekolah ku berbentuk L dengan enam ruangan kelas dan satu ruangan adminstrasi dan guru. Dari enam kelas ada dua ruangan kelas yang bisa disambung jadi satu. Kalau ada pertemuan seluruh siswa, terutama kalau ada acara ceramah ruangan itu disatukan menjadi semacam aula dengan lantai yang lebih tinggi dibagian belakang.

Pada waktu Ibu Romlah, guru bahasa Indonesia mengundang Bapak Marah Rusli, pengarang novel Siti Nurbaya, untuk mendiskusikan novel tersebut diadakan juga diruangan ini. Juga kalau ada perlombaan deklamasi antar siswa diadakan diruang ini juga.

Pada masa sekitar akhir tahun 1950-an sekolah menengah atas baru sedikit sekali. Hanya ada satu SMA Negeri, satu SMEA Negeri dan satu SGA (Sekolah Guru Atas) Negeri. Yang terakhir lokasinya tepat ditepi laut.

Aku duduk di kelas I bagian A, yaitu bagian sastra dan kebudayaan. Pada waktu itu pendidikan di SMA dibagi atas tiga bagian, yaitu Bagian A – Sastra dan Kebudayaan, Bagian B Ilmu Pasti/Alam dan bagian C ilmu ekonomi. Mata pelajaran pun dibagi menjadi tiga, yaitu mata pelajaran pokok, mata pelajaran penting, dan mata pelajaran pelengkap.

Mata pelajaran pelengkap hanya diajarkan selama dua tahun, sedang mata pelajaran lain diajarkan selama tiga tahun. Aku memang menyukai bahasa Inggris, sastera dan kebudayaan Indonesia sehingga aku memilih jurusan Sastra ini. Dibagian A aku belajar Bahasa Inggris, Perancis, Jerman, dan tentu saja Bahasa Indonesia, bahasa Kawi dan Kesusteraan Indonesia.

Di bagian A siswanya tidak banyak, karena kebanyakan murid memilih bagian B atau C. Karena aku memang lemah dalam pelajaran matematika dan aljabar maka, aku memilih bagian A yang memang lebih banyak hafalannya.

Tokoh penyair Indonesia Sutarji Calzoum Bachri merupakan alumni SMA Bagian A angkatan pertama. Juga ada Rachman yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang tahun 80-an. Ada juga Usman Apan, yang pernah menjabat walikota Pekanbaru tahun 90-an.

Pada waktu itu murid-murid SMA Tanjungpinang tidak begitu banyak, sehingga kami mengenal satu sama lain dengan akrab. Tidak hanya dengan teman sekelas, bahkan dengan teman kelas lain pun kita akrab. Juga dengan teman yang lebih senior atau yang yunior.

Guru-guru juga tidak terlalu banyak. Dan kita semua juga saling mengenal. Semua guru merupakan pendatang dari luar Tanjungpinang. Seperti pak Hutabarat yang galak dan keras adalah guru bhs Jerman dan Ilmu Bumi, dan bu Daulay guru bhs Inggris adalah pendatang dari Medan. Pak E.Suparso, guru Aljabar, dari Jogya, pak Herkusumo, kepala sekolah waktu itu, pendatang dari Jakarta. Ada pak Sofyan, guru sejarah, yang semula kukira dari Flores, ternyata pendatang dari Sumatera Barat. Ada lagi guru favorit bagian A, ibu Romlah, beliau mengajar bahasa dan sastera Indonesia, pendatang dari kota Bandung. Terakhir aku mendengar ibu Romlah sudah bergelar Doktor. Ada pak Ismanu, Wiradyo, Ngadiono, mereka adalah pendatang dari Jawa.

Tidak hanya guru-guru saja yang pendatang, para pegawai negeri di Tanjungpinang pun mayoritas pendatang dari seluruh Indonesia. Memang Tanjungpinang pada masa itu penuh dengan para pendatang. Mayoritas penduduk memang penduduk Melayu, kemudian Cina, Jawa, Flores, Banjar dan Batak.

Penduduk Tanjungpinang tidak banyak, tetapi mobil-mobil yang lalu lalang cukup banyak. Ekonomi Tanjungpinang pada masa itu dikuasai oleh ekonomi Singapura, mata uang yang berlaku pun mata uang Singapura. Bagi para pegawai yang mempunyai gaji tetap, Tanjungpinang merupakan sorga.

Guru-guru SMA Tanjungpinang pada umumnya ditempatkan dihotel-hotel yang ada di Tanjungpinang, seperti di Hotel Daya, Hotel Sampurna, dan lain-lain. Dan semua guru rata-rata mempunyai mobil.

Seragam sekolahku cantik sekali. Untuk pria dan wanita hem lengan panjang warna krem, celana dan rok berwarna cokelat muda. Topi sewarna dengan celana/rok. Kombinasi warna yang serasi. Seragam hanya dipakai waktu apel setiap hari senin, atau pada hari-hari nasional. Juga kalau ada upacara kenegaraan dihalaman kantor Bupati (Gedung Daerah).

Pada waktu Bung Karno berpidato di halaman Kantor Daerah ditahun 1960-an, siswa SMA yang paling beda. Seragam ini memang membedakan dengan siswa sekolah lain. Aku bangga dengan seragam ini. Seingatku sekolah lain belum ada yang pakai seragam.

Karena Tanjungpinang pada masa itu termasuk dalam wilayah Kodamar II maka, militer yang ada hanya dari angkatan laut. Bisa dikatakan yang berkuasa di Tanjungpinang adalah Angkatan Laut. Apalagi pada tahun 1960-an Indonesia dalam situasi keadaan perang sehubungan dengan munculnya pemberontakan PRRI/Permesta. Komandan Maritim II merupakan penguasa diatas bupati, bahkan Gubernur. Karena merupakan wilayah Angkatan Laut maka, kapal-kapal perang Angkatan laut sering mengunjungi Tanjungpinang, seperti KRI Gadjah mada, kapal latih Dewa Ruci, dan kapal-kapal selam. Biasanya kalau kapal-kapal perang Angkatan laut datang, kita para murid SMA diundang keatas geladak kapal-kapal perang tersebut, dan berkenalan dengan para kadet yang gagah-gagah, dan berlayar sebentar untuk merasakan bagaimana hebatnya kapal-kapal tersbut Kadang-kadang kami juga mengadakan pertemuan silaturahmi dengan para kadet di Gedung Bupati Tanjungpinang.

Perkenalan itu menggugah keinginan kami para pelajar untuk bisa menjadi seperti para kadet yang gagah dengan seragam putihnya… wah terpikir kalau aku nanti lulus SMA aku akan melamar menjadi Kadet Angkatan Laut. Tetapi keinginan itu menjadi pudar apabila persyaratan untuk menjadi kadet harus dari SMA bagian B.

Yang paling ditakuti dari Angkatan Laut ini adalah DP, polisi dari angkatan laut yang tidak saja polisi bagi tentara AL tetapi juga untuk sipil. Kita salah jalan juga menjadi urusan DP. Pokoknya galak banget deh. Abangku pernah dikejar DP dengan mobil jeepnya gara-gara menuruni jalan Kartini yang berlawanan arah jalan. Sempat juga dibawa ke markas DP dijalan Merdeka (sekarang dipakai oleh polisi lalu lintas ).

Pada waktu libur sekolah SMA ku juga sering mengadakan piknik ke pulau Terkulai yang pasirnya putih dengan pohon-pohon kelapa disepanjang pantai. Kita bisa mengelilingi pulau itu dengan jalan kaki. Pada masa itu, pulau itu sungguh indah… mungkin karena kurang terpelihara sekarang sepertinya terbengkalai. Aku pernah melewati pulau itu beberapa puluh tahun yang lalu… dan memang sudah tidak seindah dulu lagi. Pohon kelapanya sudah sangat jarang dan kering.

Bersama guru sejarah kita juga sering mengunjungi pulau Penyengat. Guruku selalu bercerita bahwa dinding bangunan yang ada di Penyengat bukan menggunakan semen tetapi putih telur. Wah berapa banyak putih telur dihabiskan untuk membangun mesjid yang ada di Pulau Penyengat, pikirku pada waktu itu.

Selain jalan-jalan, SMAku juga sering mengadakan tour oleh raga. Yaitu mengadakan pertandingan sepak bola dan voley di Tanjung Uban dan P.Sambu. Yang mengesankan adalah pada waktu sekolah mengadakan tour ke SMA negeri Pekanbaru, sekitar tahun 1960-an. Tour ini merupakan misi olah raga dan kesenian. Aku termasuk didalamnya karena aku termasuk tim voley. Kami berlayar dengan menggunakan kapal motor, namanya KM Betet. Kapal ini adalah kapal milik pemerintah daerah. Karena salah seorang temanku yang juga peserta tour ada lah putera Bupati pada masa itu maka, kami bisa memakai kapal tersebut.

Berangkat sore hari dari pelabuhan Tanjungpinang, memasuki Tanjung Uban ombak mulai besar, dan satu dua teman mulai mabok laut. Maklum memasuki perairan Laut China Selatan yang ombaknya terkenal besar. Lewat Pulau Sambu malam hari, dikejauhan tampak lampu-lampu kota Singapura. Pagi hari sudah memasuki sungai Siak, kemudian seharian menyusuri sungai Siak dan sore hari sampai di pelabuhan Pekanbaru.

Di Pekanbaru kami menjadi tamu SMA Negeri Pekanbaru, selama beberapa hari. Di Pekanbaru kami mengadakan beberapa pertandingan voley dan sepakbola dilapangan Wirabima.

Juga jalan-jalan ke Bangkinang mengunjungi pabrik karet. Yang paling asyik jalan-jalan ke pasar pusat, yang suasananya sangat Minang sekali.

Waktu mau pulang ke Pekanbaru, mobil Gaz yang kami tumpangi menuju pelabuhan Pekanbaru mengalami kecelakaan… terbalik persis didepan lapangan Wirabima. Untung tidak ada yang celaka, hanya lecet-lecet sedikit.

Sore hari kami meninggalkan Pekanbaru menuju Pulau Karimun. Berhenti sebentar di Karimun, jalan-jalan ke air terjun yang aku lupa namanya. Dan sore harinya pulang kembali ke Tanjungpinang… baru keesokan harinya kita sampai di pelabuhan Tanjungpinang.

Malam minggu merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh semua pelajar tidak hanya SMA tetapi juga sekolah-sekolah lain. Biasanya kalau malam minggu para pelajar lebih banyak nonton bioskop. Di Tanjungpinang pada saat itu memiliki dua gedung bioskop. Dan setiap malam minggu pelajar hanya membayar separuh harga ticket. Kedua gedung tersebut selalu penuh kalau malam minggu. Memang bioskop merupakan satu-satunya tempat hiburan. Film yang dipertunjukkan macam-macam. Ada Barat, ada Indonesia, ada India, dan ada Melayu Semenanjung. Yang paling mengesankan waktu aku dan teman-temanku menonton film Bujang Lapuk. Film arahan P.Ramlee ini berminggu-minggu bertahan sebagai film favorit. Temanku ada yang sampai tujuh kali menonton film ini… sampai hafal semua adegan. Film ini memang film lucu. Sepanjang pemutaran hanya ketawa saja yang terdengar. Hingga sekarang kadang-kadang aku merindukan film ini, ingin menonton kembali… bagaimana P.Ramlee menyanyikan lagu… “Puk Puuuk Bujang Lapuk, ade mancis tak ade rokoookkk… jalan-jalan tersenguk-senguk… bau macam ketiak siape busuk…” hehe.

Disamping nonton biasanya aku dan gengku mencari parata di samping bioskop Gembira atau es gunung… wah nikmat sekali… Bagi pelajar anak orang kaya lain lagi cara menghabiskan malam minggu… kalau pas ada yang ulang tahun mereka mengadakan pesta dansa. Dansa bukan merupakan barang tabu di Tanjungpinang pada masa itu. Lingkungan tidak pernah protes dan suasana aman-aman saja…

Malam mingguan juga sering dihabiskan dengan menonton pertunjukkan di Aula SGA Negeri. Di Aula ini sering sekali digunakan untuk pertunjukkan-pertunjukkan, ada band, ada tarian, ada teater, dan lain-lain. Aku paling suka nonton band. Band lokal yang terkenal saat itu adalah Eka Bintana Combo pimpinan Eddy Noor. Penyanyinya yang terkenal adalah Waluyo Salomon, yang pernah menjadi juara Elvis Presley di Jogyakarta. Band-band lokal banyak juga tetapi hanya sedang-sedang saja. Di aula ini sering juga digunakan untuk perlombaan menari. Tarian yang sedang ngetop tentu saja Serampang dua belas.

Pada setiap bulan Agustus, disamping upacara tujuh belasan di Gedung Daerah, di lapangan depan gereja ayam di jalan “Teratai”, selama sebulan diselenggarakan pasar malam. Pasar malam ini ramai sekali dikunjungi warga Tanjungpinang. Isinya macam-macam, seperti halnya pasar malam dimana-mana. Tetapi yang istimewa di setiap pasar malam Tanjungpinang selalu ada pertunjukkan joged. Penari joged biasanya didatangkan dari Medan atau Singapura. Aku bersama teman-teman kalau pas malam minggu asik menonton joged. Para penari joged, sekitar sepuluhan orang duduk diatas panggung menghadap pengunjung, sedang dibawah duduk para pemain orkes dengan musik khas Melayu atau bisa juga lagu Barat. Pengunjung yang mau berjoged membayar terlebih dahulu, kemudian menaiki panggung dan mengajak salah seorang penari yang cantik-cantik, biasanya amoy-amoy dengan pakaian khas.

Joged ini mirip tarian lenong di Jakarta. Joged ada dua macam, ada joged pulau yang musiknya hanya kendang, biola dan gong dan si penari memiliki aroma wangi yang khas dan menyengat dan ada joged seperti yang ada di pasar malam Tanjungpinang dengan musik orkes dan penarinya juga lebih wangi dengan aroma kota.

Ujian akhir angkatanku diselenggarakan pada bulan Juni '61 secara nasional. Pada masa ujian tersebut yang diujikan adalah semua mata pelajaran pokok dan penting. Ujian diselenggarakan secara tertulis.

Dan setelah ujian yang makan waktu sampai beberapa hari, dilanjutkan dengan pemeriksaan hasil ujian oleh guru-guru dari Pekanbaru dan dari Tanjungpinang sendiri. Nilai dari masing-masing guru yang berbeda itu kemudian dijumlahkan dan dibagi dua. Pada saat pengumuman ujian aku berhasil lulus dengan nilai yang bagus. Pada masa itu tidak ada ranking-rankingan. Kalaulah ada rankingan aku yakin dapat ranking 1.

Karena Perguruan Tinggi hanya ada di P.Jawa maka, kebanyakan dari kami semua mendaftar ke Universitas Negeri di Jakarta, Bandung atau Jogyakarta. Yang tidak mau ke Jawa adalah mereka yang mengikuti KDC di Pekanbaru. Kursus ini berikatan dinas dan diselenggarakan selama setahun dan yang kemudian menjadi pegawai pemerintahan dalam negeri.

Banyak teman-temanku yang mengikuti KDC, dan beberapa tahun kemudian banyak yang menjadi Camat di Kepri. Yang punya duit pada umumnya mendaftar di Bandung.

Bandung merupakan tempat tujuan anak-anak Tanjungpinang melanjutkan studinya. Nggak tahu kenapa… mungkin daya tarik kota Bandung membuat para pelajar yang masih mengantongi uang dollar bapaknya tidak merasa khawatir terhadap pesona kota Bandung.

Aku yang mendengar bahwa Tanjungpinang akan didedolarisasi cukup melamar ke Universitas Gadjah mada… yang relatif lebih murah. Sebelum berangkat ke Jawa, kami harus menyelesaikan surat pindah yang makan waktu berhari-hari. Aku bersama temanku Sutarman yang pernah menjadi Sekretaris DPRD dan pernah juga menjabat sebagai wakil Bappeda Pekanbaru.

Kawan-kawanku sekelas yang ku ingat adalah: Ahmad Rizani (sdh meninggal), Faizal Daulay, M.Yusuf, Suryati A, Suryati B, dan banyak lagi yang aku lupa namanya, tetapi wajahnya aku ingat (karena aku memiliki foto mereka), juga nama-nama temanku di kelas lain, seperti Hanafi Harun, Sutarman, Karim, Usmanuddin, dan banyak lagi…

Tulisan diatas merupakan persepsi saya tentang SMA Negeri Tanjungpinang masa tahun 60-an. Masa-masa indah sewaktu menjadi pelajar lima puluh tahun yang lalu. Kalau ada teman-teman angkatanku yang membaca tulisan ini mungkin bisa menambahkan banyak hal yang terlupakan. Maklum memori seorang alumni yang sudah berusia 68 tahun sudah banyak lupanya. Mohon maaf terhadap nama-nama yang kusebutkan tetapi mungkin sudah tiada. Saya memang sudah kehilangan kontak dengan bekas teman-temanku. Bagi generasi berikut yang membaca tulisan ini bisa menambahkan agar tulisan ini bisa menjadi embrio sejarah SMA Tanjungpinang... tentu saja dengan sistematika yang lebih bagus...

oleh: Joseph Mulyanto (alum ‘61)
disalin dari: Facebook Group: Ika Smansa Tanjungpinang – Kepulauan Riau 
pertanggal: 02/04/2010

01 October 2009

Berita Duka 01/10/2009

Telah berpulang,

Ayahanda

Teguh Djamaris [81 - 89]

dan

Syafrida Novianti [87 - 90]

di Tanjungpinang pukul 01:00 wib

25 August 2009

Ikasma updated!

Setelah Bung Dedi menulis artikel tentang "Drs. Amiruddin: Seorang Guru yang Melestarikan Budaya Melayu" selanjutnya biar saya yang mengingatkan kembali.

Pak Amir yang umum disapa oleh siswa-siswi SMA Negeri I Kota Tanjungpinang merupakan seorang sosok budayawan yang terlupakan. Mengabdi di SMA Negeri I Tanjungpinang sejak 1987 sampai dengan terakhir harus beristirahat di rumah karena kecelakaan menjalani dinas ke Kantor Kegubernuran tahun 2008 silam.

Dari pandangan saya dan beberapa temen alumni beliau adalah aset daerah yang perlu diperhatikan namun sangat disayangkan... "lupa".

Sosok yang sangat peduli terhadap pembinaan pengembangan kompetensi anak didikan melalui extra-kurikuler dan mengembangkan budaya bahasa Indonesia, Melayu, sosial antropologi secara berkelanjutan... namun tetap saja.. "lupa"

Dalam kesempatan ini pengurus Ikasma mencanangkan gerakan "Kami Peduli" mengadakan malam amal penggalangan dana buat guru kita Pak Amir khususnya, sangat mengharapkan keikutsertaan seluruh angkatan barangkali mulai dari angkatan 1987 yang mengenal beliau sampai sekarang untuk berpartisipasi dalam kepanitiaan acara ini... untuk angkatan yang belum mengenal sosok yang satu ini, bila peduli karena dianggap merupakan bagian dari keluarga besar SMA Negeri I Tanjungpinang juga sangat berterima kasih atas partisipasi baik dalam mengisi acara, moral maupun material yang diberikan.

Untuk keterangan lanjut bisa kirimkan email ke Sekretariat Ikasma.


Sebagai konseptor Reuni Akhbar Ulang Tahun "EMAS" 50 Tahun SMA Negeri I pada tahun 2006 walau tidak duduk pada kepengurusan apapun namun saya masih peduli dan selalu turut serta dalam semua kegiatan yang diadakan oleh Ikasma atas nama pribadi namun pertimbangan keberlangsungan Ikasma yang terbentuk pada musyawarah akhbar IKA SMANSA Tanjungpinang tahun 2006 akan menjadi topik yang dipandang perlu dipertanyakan kembali oleh dari dan untuk seluruh Ika SMANSA secara keseluruhan.

Akhirnya perubahan dari Ikastupi menjadi Ikasma tetap tidak bisa menjadi wadah jembatan sesama anggota keluarga besar.

Apa lah saya ini.. no body...

Salam,

Wison, SE '93

13 July 2009

Berita Duka 13072009

Turut Berduka Cita

Bpk. Joseph Hendrik Koraag

Ayahanda
Billy Boyke Koraag [90 - 93]

di Kompleks Angkatan Laut
Jl. Pati Unus - Tanjungpinang

dan pemakaman dilakukan pada tanggal 13 Juli 2009.

04 July 2009

Ikatan Alumni Smansa di facebook

Dengan ini diberitahukan kepada keluarga besar SMANSA Tanjungpinang - Provinsi Kepulauan Riau - Indonesia... bahwa kita juga ada di facebook.

Ika Smansa Tanjungpinang - Kepulauan Riau - Indonesia

Basic Info Type:
Organizations - Community Organizations

Description:
Group ini diperuntukan secara luas bagi, oleh dan dari Ika (Ikatan Keluarga Besar Alumni) Sekolah Menengah Atas Negeri 1 [satu] Tanjungpinang (SMANSA-Tanjungpinang) dari masa ke masa...

*****
Barangsiapa yang pernah mendaftar, diterima, duduk dan belajar di bangku pendidikan SMANSA Tanjungpinang adalah Keluarga Besar Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (Satu) Tanjungpinang.

*****
Berkumpul di sini bukan sekedar nostalgia, isu dalam bentuk apa pun bisa dijadikan topik untuk partisipasi membangun rumah kita bersama... bila itu isu baik kenapa tidak diangkat jadi topik diskusi bersama rame² kita bahas dan cari solusi terbaik untuk mengatasi kekurangannya :-)


Untuk bergabung silahkan klik logo ikasma diatas
.: Sekian Info :.

05 July 2008

Berita Duka 080705

Turut Berduka Cita

Ibu Sri Suprapti A. Manan

Ibunda
Teddy Yuhandra, S.Ip [90 - 93]

di Kompleks Bogenville Blok D7
Antapani - Bandung

di pemakaman keluarga di pengalengan Jawa Barat
pada tanggal 6 Juli 2008.

30 June 2008

PSB ( Penerimaan Siswa Baru ) TA. 2008

PSB dilingkungan SMA 1 Tanjungpinang mulai tahun ini diterapkan secara bertahap ke arah penjaringan calon siswa yang lebih qualified dan mumpuni dalam rangka atau platform SBI yakni Sekolah Bertaraf Internasional. Saat ini status SMA 1 masih Rintisan SBI. Oleh karena itu dibutuhkan perbaikan dan peningkatan di segala bidang termasuk sistem penerimaan siswa baru.

Untuk tahun 2008, skema penerimaan dibagi dalam 2 tahapan. Pertama, saat pendaftaran calon siswa harus mengantongi nilai rata-rata rapor SMP dari kelas 7 - 9 minimal 70,00. Dan menurut penjelasan ketua panitia penerimaan Bpk Drs. Samlan Syukri (yang sekaligus akan menjadi WaKaSek bid Kesiswaan), nilai ini adalah harga mati sehingga walau ada yang mendaftar dengan nilai rata-rata 69,99 pun dipastikan tidak akan lolos seleksi awal. Dan inipun bukanlah merupakan syarat minimal jika SMA 1 menjadi SBI kelak, karena syarat SBI minimal 75,00. Kedua, setelah dinyatakan lolos seleksi awal, calon siswa akan menjalani tes akademik, tes psikologi serta seleksi nilai UAN. Dari ketiga ini akan didapat bobot penilaian yang akan diurut berdasarkan ranking.Kuota yang ditentukan untuk angkatan masuk 2008 ini adalah 6 kelas dengan jumlah siswa perkelasnya adalah 36 sehingga total yang akan diterima hanya 216 orang.

Data terakhir yang dihimpun, Formulir yang diambil oleh calon siswa mencapai 564 orang, sementara yang lolos seleksi awal dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya mencapai 416 orang. Artinya disini akan ada sekitar 200 calon siswa yang tereliminasi.Berbagai tanggapan berhasil dihimpun dari calon-calon siswa ini. Antara lain Nichi dan Risha dari SMP 1 yang mengatakan bahwa sistem penerimaan ini benar-benar terencana dan memiliki tingkat persaingan tinggi/ ketat. Ada juga yang grogi seperti yang dinyatakan oleh Romi dari SMP 1 Bintan Timur walau ia termasuk 5 besar kelulusan di sekolahnya. Namun tidak sedikit juga yang masih sekedar coba-coba seperti Dewi, Novia dan Dian dari SMP 6. Lain dengan Nuri dari SMP 7 yang optimis akan diterima karena ia memiliki modal peringkat 2 dari sekolahnya.

PSB kali ini juga berbeda dari yang sebelumnya, paling tidak ini dikomentari oleh Bpk. Jufris Hasibuan. Menurut beliau, sistemnya lebih bagus walau sedikit melelahkan serta sistem penerimaan dapat memenuhi kualifikasi kwalitas siswa dalam menuju SBI. Sementara Ibu Dra. Asmiati belum bisa berkomentar karena terlalu banyak yang harus dipikirkan dan dikerjakan. Ada sedikit candaan atau lebih tepatnya sindiran yang dilontarkan oleh Bpk. Karyadi, paling tidak sistem kali ini mengurangi tingkat penitipan dan virus-virus penyakit yang biasa muncul ketika PSB menjadi jauh lebih berkurang.

Laporan yang akan datang akan menyampaikan hasil PSB serta update terbaru lainnya...

15 June 2008

New7Wonders

Ayo dukung Indonesia !

Pemilihan 7 keajaiban milik dunia kembali digelar, berbeda dengan kriteria sebelumnya dengan keajaiban yang dibuat secara sengaja oleh manusia dalam bentuk bangunan, kali ini panitia mengajak dunia untuk memilih 7 keajaiban baru milik dunia yang bukan dari buatan atau sentuhan manusia.

Sudah terpilih sebanyak 77 tempat di seluruh dunia dari berbagai kategori, dan Indonesia mengajukan atau setidaknya sudah terpilih sebanyak 3 tempat eksotik, antara lain:

  1. Komodo National Park;
  2. Krakatau, Volcanic Island;
  3. Lake Toba.

Voting dilakukan melalui internet, dengan batas waktu sampai akhir 2008!

VOTE for INDONESIA :

Karena itu, ayo bantu sebarkan informasi dan ajakan ini!

N.B.: 1 voter 7 votes

09 June 2008

Berita Duka 080609

Turut Berduka Cita

Bpk H.R.A. RACHIM MANSYUR

Ayahanda
Ketua Ikasma
H. AKIB RACHIM

usia 85 tahun
di Tanjungpinang
pada tanggal 9 Juni 2008.

16 January 2008

Laporan Keuangan Ikasma Tanjungpinang per tanggal sampai dengan 31-Des-2007

Dalam kesempatan ini perlu kami laporkan keuangan IKASMA Tanjungpinang yang terbentuk sejak 2006.

BCA KCU Tanjungpinang - No. 3800883511

Tanggal Debet Kredit Saldo
18/10/06   500.000 500.000
20/10/06 7.500   492.500
26/10/06 10.000   482.500
17/11/06 7.500   475.000
15/12/06 7.500   467.500
19/10/07 7.500   460.000
16/02/07 7.500   452.500
16/03/07 7.500   445.000
20/04/07 7.500   437.500
18/05/07 7.500   430.000
15/06/07 7.500   422.500
20/07/07 7.500   415.000
08/08/07   100.000 515.000
17/08/07 7.500   507.500
21/09/07 7.500   500.000
19/10/07 7.500   492.500
16/11/07 10.000   482.500
21/12/07 10.000   472.500

tercatat Saldo pertanggal 21/12/07 adalah sebesari Rp. 472.500,-

Sebuah angka yang cukup signifikan setelah terbentuk memasuki usia ke-3 tahun.

12 May 2007

Mukadimah

Dikutip dari http://ikasma-tpi.com/ tanggal 2007-05-12

Selamat Datang kepada Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang
di
http://ikasma-tpi.com

Ketua Ikasma Tanjungpinang ~ RM Aqib Rachim Sebagai lulusan SMAN 1 Tanjungpinang, para Alumni mempunyai hubungan emosional dengan almamaternya, sehingga sudah sepatutnya para Alumninya memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan kualitas almamaternya bersama unsur civitas akademika, guna turut serta dalam upaya-upaya luhur untuk mencerdaskan bangsa dan memberdayakan masyarakat.

Setiap Alumni mempunyai tanggung jawab moril turut serta menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi kemajuan almamater, khususnya: nusa dan bangsa serta kualitas sumber daya manusia Indonesia pada umumnya. Situ Alumni berusaha memberikan pelayanan secara konsisten dan terus menerus berupa segala informasi kepada pihak alumni, informasi tersebut selalu up to date.

Situ ini merupakan unit kegiatan yang dapat membantu para Alumninya dalam memberikan informasi berupa: data alumni yang sudah mengisi formulir pendataan, informasi mengenai SMAN 1 Tanjungpinang, Gallery, Forum sebagai wadah interaktif sesama alumni bahkan ruang chatting agar dapat saling berkomunikasi secara real time / online, ataupun saling berbagi informasi antara alumni dengan sesamanya ataupun juga antara alumni dengan mahasiswa yang masih active ataupun para guru.

Pendataan para alumni tidak harus mengisi blanko yang disebar tetapi hanya dengan membuka Situ ini para Alumni sudah dapat mendaftar dan tergabung kedalam komunitas alumni.

IKASMA 1 TPI menyadari bahwa alumni memiliki arti penting bagi eksistensi dan kemajuan SMAN 1 Tanjungpinang. Dalam kaitan dengan itu sudah lama dipikirkan oleh pengurus inti untuk menyediakan sarana sebagai instrumen komunikasi antara alumni dengan almamaternya, dan sebaliknya serta antar alumni sendiri. Untuk itulah situ alumni ini diupayakan tersedia segera mungkin. Setelah berjuang untuk penyediaan instrumen ini akhirnya tanggal 07 Mei 2007 Situ Alumni ini diluncurkan. Dalam situ ini berbagai informasi ditampilkan. Tentu tidak kalah pentingnya, situ ini merupakan tempat penyimpanan data alumni yang lengkap dari sejak berdirinya SMAN 1 Tanjungpinang. Karena itulah diharapkan bagi alumni yang belum mendata sangat diharapkan partisipasinya untuk mendaftar dan memuthakhirkan data selengkapnya di situ ini apabila memang belum ada.

Situ ini kami buat sebagai wujud komitmen kami terhadap tuntutan Media Komunikasi antar Alumni secara Global dan real time. Peluncuran situ ikasma-tpi.com ini telah menandai suatu babak baru bahwa IKASMA 1 TPI (Ikatan Keluarga Alumni SMAN 1 Tanjungpinang) ikut berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi informasi (khususnya di dunia pendidikan) di kota Tanjungpinang. Melalui situ ini kami juga akan memberikan informasi-informasi seputar sekolah kita.

Dalam pembuatan situ ini tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak. Semoga dengan adanya situ ini, komunikasi antar alumni tetap terjalin dan menjadi lebih eksis sehingga informasi-informasi yang akurat dapat diketahui oleh seluruh alumni serta apabila para alumni menginginkan informasi berkaitan dengan sekolah yang up to date, galeri atau photo-photo kenangan, program kerja IKASMA, melacak rekan yang kehilangan kontak, dan lainnya dapat mengakses situ ini.

Demikian, semoga yang sederhana dapat bermanfaat bagi kita semua.

VISI
Sebagai wadah yang berskala Global untuk membangun jiwa persatuan dan kesatuan para Alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang dan seluruh Angkatan.
MISI
Mengusahakan suasana rukun, secara sadar, sukarela, aktif dan berkesinambungan membina silaturahmi diantara para Alumni.
Meningkatkan kesejahteraan Alumni, baik dari segi sosial dan bahkan kalau bisa dalam segi ekonomi.
Membantu pimpinan Sekolah meningkatkan kualitas pendidikan sekolah / Almamater SMA NEGERI 1 tanjungpinang sesuai dengan batas kewenangannya.
Bersama dengan wadah lain yang sejenis (Alumni SMA lainnya) membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daerah Provinsi Riau Kepulauan.